Tema hari jadi Pemkot ke 64 ini adal;ah "profesionalisme Pelayanan prima:(Solo Berseri Edisi IV/tahun 2010),saya kira tema ini sudah seharusnya dan tidak menjadikan sesuatu yang luar biasa.Karena memang harusnya denikian seorang birokrat /PNS hal itu sudah menjadikan hal yang wajib.Hanya pertanyaannya apakah sudah sedemikian kenyataannya..Masih banyak perilaku dan budaya birokrat yang tidak profesional apalagi bisa memberikan pelayanan secara prima..Kita lihat saja kasus kasus pegawai yang kena sanksi mulai dari yang berat sampai yang ringan..Saya kira tema atau visi tersebut masih memerlukan liku liku perjalanan yang panjang dan perobahan budaya yang sampai saat ini masih melekat.
Berbagai penegakan disiplin memang sudah nampak diberlakukan seperti apel pagi,pengawasan melekat serta berbagai cara lain yang telah dilakukan demi terwujudnya Birokrat yang benar benar melayani dan siap on time.
Mengapa begitu susahnya
Profesionalisme dan pelayanan prima adalah sesuatu yang tidak terpisahkan,kalau profesional pasti pelayanan prima adalah merupakan output dari hal tersebut..saya kira masih bayak faktor yang masih cukup menjadi kendala dan mengganjal tujuan itu.yaitu terwujudya birokrasi yang benar benar melayani.Berikut mungkin faktor faktor penghambat profesionalisme sbb :
1.Masalah budaya : kita ini masih dihadapakan atau dililit oleh budaya peninggalan feodalisme dan bahkan budaya orde baru masih melekat pada diri para birokrat,mereka masih merasa sebagai yang masih dibutuhkan,belum merasa yang harus melayani.Paradigma pembalikan pelayanan dan perilaku ini sebenarnya sudah didengung dengungkan sejak reformasi..Masalah culture ini nampaknya masih sangat sulit dan tidak semudah membalik kaki (artinya sulit membalik kaki daripada tangan).Budaya amtenar apalagi,tanpa meremehkan lulusan STPDN yang dari sononya juga dididik keras dalam arti negatif ( contoh penganiayaan sesama mahasiswa,kasusu skandal seks dsbnya.jadi dari pabriknya saja birokrat sudah jauh dari profesionalisme,saya masih memerikan apresiatif birokrat dari lulusan perguruan diluar STPDN,mereka relatif lebih cepat diajak profesional.Saya ingat pernah membaca bku karangan David Osborne,yang sekaligus membuat saya merinding,yang mengatakan,kalau akan memnajadikan birokrasi baik harus merubah DNA nya dari birokrasi itu..(betapa susahnya)
Implikasi dari semua itu maka jangan heran sikap sikap korup,arogansi masih saja terjadi di kalangan birokrasi,Perlu diingat birokrasi adalah urusan yang monopolotif istilah saya saya,artinya tidak ada kompetitor lain,sehingga masyarakat tidak ada pilihan lagi,seperti kita membeli barang di toko kalau pelayanan buruk tentu kita tdak akan membeli di toko itu,tetapi di birokrasi ya...mau gak mau ya harus disitu.
2.Masalah reward dan phunisment,masalah ini tidak jelas atau belum pasti parameternta,sehingga yang rajin dan tidak toh sama saja tetap menerima gaji.Tetapi bagi saya akan lebih menyoroti pada hal reward,ini masih sangat sangat subyektif,bahkan saya katakan institusi yang namanya Baperjakat masih jauh dari obyektivitasnya,boleh dikatakan banyak manipulasi dan dijangkiti ":like and dislike".Kadang yang lebih sakti adalah Baperjakat jalanan.Kalau sudah begitu apa yang terjadi...bisa ditebak kecemburuan,keputus asaan,dan akhirnya apatis alais indisiplinier karena mugkin sebagai bentuk resistensi atas kebijakan itu dan hasilnya adalah tidak prima lagi dalam memberikan pelayanan.Akses atau keterdekatan menjadi sesuatu strategi instan memperoleh posisi untuk meningkatkan/mencari jabatan.
3.Masalah sistem,masalah ini mengkait sekali dengan masalah aturan,mekanisme dan prosedural yang sudah usang dan kurang mengantisipasi perubahan eksternal.Ini menjadikan pembenaran bagi pengambil keputusan.Maka kedepan memang erlu terus ada evaluasi terus menerus terhadap sisitem ini.Apalagi kalau sisitem ini dimanipulir atau disalah gunakan.
4.Tidak terbiasanya untuk bekerja dalam mengahasilkan kinerja itu dituntun oleh susatu VISI dan MISI,apa akibat dari ini ???bisa ditebak bahwa bekerja atau kinerja tidak bisa terukur.memang visi dan misi ada,tapi apa yang terjadi...itu haya sebuah retorika saja,paling tidak tulisan ditembok saja..
5.Koordinasi,ini juga masih lemah,sikap arogansi dan ego sektoral ini masih menjadi permasalah juga.,banyak pekerjaaan yag betjalan sendiri sendiri dan bayak kebijakan yang akhirnya tidak berjalan baik.
6.Perencanaan yang tidak matang,ini bisa dilihat dari kinerja penyerapan APBD,ini sangat konyol ,karena dampak dari ini semua output dari kinerja menjai asal asalan saja (dta yang ada tahun 2010 ini pada bulan smester I ini saja tidak sedikit SKPD yang masih nol persen realisasinya).Ingat APBD sebagai salah satu variabel dari pertumbuhan ekonomi,karena dari san intervensi kebijakan publik dibiayai dari goverment ekspenditure.
7.Ini barangkali yang paling akhir ,yaitu,tentang kebijakan kebijakan publik yang nampaknya masih belepotan,dan selalu saja setiap kebijakan publik pasti dihadapkan pada resisitensi dari warga,contoh masalah pembangunan shelter bus umum,bahkan pengadaan dari bis iru sendiri.Program program yang nampaknya pro poor,itu belum dilandasi oleh roh yang sebenarnya.artinya kalau boleh saya sebut hanya politis saja.
Program atau proyek proyek yang sangat tidak recovery,ini nanti akan menjadi bom waktu dikemudian hari,yaitu pembeayaan yang membengkak.
Untuk itu profesionalisme itu saya kira jangan hanya diartikan secara sempit saj atau kulitnya saja,bukan pokoknya PNS nya nampak manut ,disiplin dsbnya,meskipun hal ini juga penting dan merupakan starting point,tetapi kedepan harus lebih komprehensif,yaitu pejabat yangb handal,responsifv.akuntabel,kapababel dan punya integritas.
Demikian urun rembug,semoga bermanfaat...selamat HUT ke 64 th usia yang sudah cukup manula,tetai jangan menjadi manula yang pikun.Kesejahteraan masyarakat ada dipundak birokrasi beserta birokratnya.AOPBD kita terbatas,maka efesiensi menjadi hal yang penting,kurangi celebrate yang tidak membuahkan multipier effect.Masalah PKL masalah banyak tersisa masalah,jangan berhenti pada keberhasilan pindahhnya MOnjari Ke pasar Notoharjo,masih banyak para PKL yang nekat jalan dipinggir jalan.Kita punya beban dengan sanjungan rekomendasi APMCHUD,...what next,dan apa posisi tawar kita dari Deklarasi APMCHUD 3 baru baru ini.jangan hanya seperti pasar malam saja ( maaf agak perih,tetapi ini demi kebaikan kita semua.karena masih banyak warga yang berada digaris kemiskinan..dan ancaman ledakan urbanisasi juga perlu menjadi perhatian).oleh : agustaf.juli 2010,dari pinggiran
Jumat, 02 Juli 2010
Minggu, 27 Juni 2010
KOTA SOLO KOTA LAYAK HUNI ? :Sebuah penilaian dari Asosiasi pemerintah kota se Asia Pacific
Dari hasil pertemuam menteri perumahan se Asia Pacific atau APMCHUD 3 di Kota solo tanggal 22 sd 24 juni 2010 lalu,kembali solo menjadi sorotan.Dan sorotan itu adalah tentang keberhasilan pemkot Surakarta dalam penataan kotanya.Indikator dari tu antara lain keberhasilan dalam penataan PKL,pembangnan Rumah Susu n(Rusunnawa) RTLH di Kratonan dsbnya..
Saya kira ini menjadi logis dan bisa dimaklumi (red::menjadikan kita sebagai warga kota bangga).Pada peiode pertama masa bhakti walikota Jokowi bersama Rudy nampaknya bisa diacungi jempol.Ini mennunjukkan bahwa kinerja yang dicapai ini mendapatkan dukungan politik dari beberapa pihak,disamping komitment politik walikota solo dalam kebijakannya yang pro poor.
Implikasi dari penataan kota dan motivasi serta beberapa upaya branding juga cukup membuahkan hasil,itu bisa dilihat dari kunjungan wisatawan yang semakin meningkat dan kepercayaan dari beberapa negara untuk menyelenggarakan event di kota kita tercinta ini.
Kota Solo atau Surakarta sebagai kota MICE nampaknya sudah mulai melekat .Ini sangat positif bagi pengembangan perekonomian di perkotaan,dan apa yang disebut multipier effect kepada pertumbuhan dan income perkapita juga menjadi relevan.
IMPLIKASI EKONOMIS URBANISASI
Namun,hal tersebut sekaligus bisa menjadi sesuatu yang merugikan bagi perkembangan kota kedepan apabila pengetatan dan pengelolaan kota yang tidak justru menjadi bias.Mengapa dapat dikatakan begitu,dalam sebuah teori perkotaan dalam konteks ekonomi,sebuah kota yang maju akhirnya akan memberikan ekspektasi ekonomi dan apabila dari hinterlandnya tidak berkembang seiring maka masalah kedepan akan menjadi problem tersendiri.
Arus urbanisasi yang tinggi akan menjadi beban kota dan akhirnya justru kota menjadi kantong kantong slum area dan meningkatnya arus komuter.tidak menutup kemungkinan menyeret pada permasalahan baru yang cukup serius.Tema pada APMCHUD ke 3 diSolo adalah masalah urbanisasi dengan penanganan yang berkelanjutan adalah bagaimana Kota Solo dapat saling sinergis dengan daerah penyangganya( sekitarnya).Memang dengan jumlah penduduk yang berlipat pada siang hari,adalah penggabaran adanya aktivitas perekonomian,namun implikasinya tetap akan mengikuti .
APA YANG HARUS DILAKUKAN
Kota Solo yang tidak begitu luas ,hanya kurang lebih 44.km persegi tidak mungkin akan dapat dilebarkan kembali,sementara pemerataan yang tidak seimbang dengan kepadatan penduduk yang tidak merata perlu segera mendapatkan perhatian dengan sebuah perencanaan yang matang dan perlu dibahas dengan melibatkan elemen elemen masyarakat,akademisi dsbnya.Hal ini diharapkan kebijakan yang dihasilkan nantinya betul betul matang dan tidak terjadi ke mubaziran.Contoh kebijakan transportasi yang telah dilakukan perlu ditinjau kembali,karena sudah nampak problematik yangm enghadang,seperti justru akan menimbulkan kemacetan lalulintas,dan belum permasalahan susulan yang mungkin akan muncul.
Kata kuncinya tidak menutup kemungkinan bahwa dengan kemajuan kota justru akan terjadi pembiasan,tengok kasus di Jakarta.Jadi jangan sampai kota Solo menjadi kota metropolitan seperti di Jakarta,sepertu ledakan jumlah penduduk pendatang (tanpa bermaksud menjadikan kita sangat tertutup),namun ini logis dan perlu antisipasi sejak dini terhadap ancaman ini.
Sebagai kota yang dinilai menjadi kota percontohan dalam penataaan kota,tentu saja mejadi beban dalam mempertahankan apalagi meningkatkan kepada hal yang lebih baik.
DEKLARASI HASIL APMCHUD WHAT NEXT
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah ,apa setelah itu dan apa implementasinya,bagaiamana merumuskan dalam konteks permasalahan lokal.Misalnya bagaimana penganggarannya dalam sisi politiknya,kerjasama dan pembentukan networkingnya.Penataan kota dengan tema urbanisasi perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak remeh,koordinasi dan kesepakatan politik menjadi pijakan awal.Dan lebih penting adalah peran CSR menjadi sangat strategisUntuk itu sekali lagi mari kita cermati isi Deklarasi ini secara gamblang dan implementatif dalam pola kerjanya.(agustaf)
DEKLARASI HASIL APMCHUD WHAT NEXT
yang menjadi pertanyaan sekarang adalah ,apa setelah itu dan apa implementasinya,bagaiamana merumuskan dalam konteks permasalahan lokal.Misalnya bagaimana penganggarannya dalam sisi politiknya,kerjasama dan pembentukan networkingnya.Penataan kota dengan tema urbanisasi perlu dipandang sebagai sesuatu yang tidak remeh,koordinasi dan kesepakatan politik menjadi pijakan awal.Dan lebih penting adalah peran CSR menjadi sangat strategisUntuk itu sekali lagi mari kita cermati isi Deklarasi ini secara gamblang dan implementatif dalam pola kerjanya.(agustaf)
Senin, 21 Juni 2010
URBANISASI DI KOTA SOLO
PERMASALAHAN KRITIS KEDEPAN UNTUK KOTA SOLO ADALAH LIMPAHAN KOMUTER DAN URBANISASI.TINGKAT KEPADATAN PENDUDUK HAMPIR PADA TITIK KRITIS.INI AKIBAT DARI PERKEMBANGAN KOTA ITU SENDIRI YANG AKHIRNYA MENYERET PADA IMPLIKASI TUMBUHNYA SLUM AREA.TANDA TANDA YANG SUDAH BISA DILIHAT ADALAH PERMASALAHAN PKL,HUNIAN LIAR.
KITA HARUS BISA MEMANFAATKAN EVENT/MOMENTUM APMCHUD INI UNTUK MENANGANI PRMASALAHAN YANG SECARA KOMPREHENSIF ,DAN MELALUI "DEKLARASI SOLO".SOLO HARUS BISA MEMANFATKAN MOMENT INI.LEBIH ARIF JANGAN YANG DIPERLIHATKAN YANG BAIK BAIK SAJA,TUNJUKKAN YANG SEBENARNYA MASIH PERLU DITANGANI SECARA SERIUS>>>>> JANGAN SEMBUNYIKAN KOTORAN DIBAWAH KARPET,KITA AKAN RUGI SENDIRI....MARI ITA KEMBANGKAN KOTA YANG BERBUDAYA DAN MANUSIAWI....SELAMAT BERKONFERENSI....RAKYAT MENARUH HARAPAN KEPADA PERBAIKAN HIDUP YANG LAYAK.( agustav.juni 2010)
KITA HARUS BISA MEMANFAATKAN EVENT/MOMENTUM APMCHUD INI UNTUK MENANGANI PRMASALAHAN YANG SECARA KOMPREHENSIF ,DAN MELALUI "DEKLARASI SOLO".SOLO HARUS BISA MEMANFATKAN MOMENT INI.LEBIH ARIF JANGAN YANG DIPERLIHATKAN YANG BAIK BAIK SAJA,TUNJUKKAN YANG SEBENARNYA MASIH PERLU DITANGANI SECARA SERIUS>>>>> JANGAN SEMBUNYIKAN KOTORAN DIBAWAH KARPET,KITA AKAN RUGI SENDIRI....MARI ITA KEMBANGKAN KOTA YANG BERBUDAYA DAN MANUSIAWI....SELAMAT BERKONFERENSI....RAKYAT MENARUH HARAPAN KEPADA PERBAIKAN HIDUP YANG LAYAK.( agustav.juni 2010)
Senin, 07 Juni 2010
JALADARA SEPUR KLUTUK
ingin merasakan atmospher kuno,datanglah ke kota Solo,anda akan dibawa menerobos waktu seolah berada pada era abad 18.....
Senin, 31 Mei 2010
GALABO WISATA KULINER YANG UNIK
wisata kuliner ini sebetulnya bukan senata mata meniru atau terinspirasi oleh model yang dikembangkan di kota surabaya,yang terkenal dengan "kya kya". "kya kya" lebih kepada warna pecinnannya (namanya saja kya kya,yang artinya seneng seneng).Tapi ada yang beda kalo yang di kota solo yang diberi nama :galabo" gladag langen bogan.Makanya yang dijual disana adalah makanan tradisional solo yang sudah terkenal,dan enak tentunya..Maka dengan menempati sebagian penggal jalan yang ditutup pada malam hari,pengunjung selah dimanjakan dan diberi keleluasaan menggunakan jalan yang pada malam hari memang relatif tidak banyak terfungsikan(bisa dicari alternatif jalan lain)..Kemudian apa yang unik dengan galabo ini,secara geografis tempat ini dikelilingi oleh tempat tempat cagar budaya seperti beteng vesternburg,kraton surakarta dan alun alun utara.Hanya saja perkermbangan terakhir ini konon katanya mulai meredup alias sepi,tidak tahu mengapa...apakah harga disitu lebih mahal ditempat lain,atau masyarakat mulai bosan,atau juga tidak ada semacam diversifikasi manajemennya.Harapan walikota solo tempat ini menjadi branding wisata.mari kita tunggu para pemikir atau think thank dari pejabat pemkot dalam mengelola obyek wisata ini.kuncinya tentu saja perlu ada evaluasi yang komprehensif. dari investigasi penulis banyak fasilitas tak jalan,seperti kran air yang tidak mancur alis mili (agustafsw)
Langganan:
Postingan (Atom)



I